UNAS KEMBALI BERJAYA

Boleh dikata, dalam ajang kejuaraan kali ini, siapa lengah atau tidak memiliki persiapan yang cukup pasti bakal tersisih ….

Jakarta National Championship 2 yang digelar pada 11-12 Mei 2024 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, ternyata dipakai untuk ajang pemanasan sekaligus uji coba bahkan mengukur kekuatan masing-masing untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pelbagai pertandingan yang berkelas nasional bahkan internasional.

Oleh sebab itu, di masing-masing gelanggang, baik tanding maupun seni, perolehan angka berlangsung sedemikian ketat. Dengan kata lain, semua berkeinginan untuk menang dan dapat berdiri dengan gagah di podium yang tertinggi.

Sejak hari pertama, KORP (Komunitas Olah Raga Prestasi) Silat UNAS sudah harus berjuang ketat untuk meraih kemenangan. Lewat arahan dan motivasi dari Coach Reni dan Veronica, senior yang mendampingi mereka. Perlahan namun pasti menjelang pukul 18.30 semua TIM Silat UNAS berhasil memasuki babak semi final. Kegembiraan seolah mampu menyapu segala kelelahan dan udara yang tak bersahabat akibat turunnya hujan.

“Siap-siap untuk besok, istirahat yang cukup ya …”, pesan Coach Reni dan Veronica.

Dan sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing, kembali Veronica mengingatkan teman-temannya; “Besok harus benar-benar siap dan bermain taktis. Cari nilai setinggi-tingginya”.

Semua pun mengangguk dengan semangat.

Hari kedua, 12 Mei 2024, terasa begitu lambat merangkak. Di semua gelanggang, para atlet menunjukkan kelebihannya masing-masing, sementara, yang belum bertanding hanya bisa menonton, memberi semangat dengan hati yang berdebar-debar di tribun penonton. Komentar yang terlontar dari mulut masing-masing pun sama; “Bukan main … luar biasa …!”

Salah seorang Ketua Pertandingan (KP) sempat berkomentar; “Ternyata, event sekali ini digunakan oleh daerah untuk mengukur kekuatan sekaligus menilai para atletnya”.

“Ini pertanda, pelestarian dan pembinaan yang berkesinambungan berjalan dengan baik sekali”, lanjutnya lagi.

Lepas tengah hari, Tim Silat UNAS pun mulai memasuki beberapa gelanggang. Tanpa menghiraukan udara panas yang sempat menyeruak masuk ditingkahi dengan teriakan penyemangat dan yel-yel masing-masing perguruan, suasana pun kian ingar. Beruntung, itu semua tak menggoyahkan semangat Tim UNAS.

Anita Tri Yulianti mulai membukukan kemenangan, ia mendapatkan medali perunggu — disusul Ade Apriyani meraih medali perak.

Keduanya menjadi penyemangat sekaligus motivator untuk yang lain; Della Natasya dan Akbar Yanuar juga berhasil mengantongi medali perunggu — sementara, Nandhiko Wahyu Mukti dan Nazira Aisyah Putri juga berhasil meraih medali dalam waktu yang bersamaan; Nandhiko meraih perunggu sementara Nazira Aisyah berhasil meraih medali tertinggi; emas.

Abdul Hakim menjadi juru kunci dalam arti atlet yang turun di waktu-wajktu menjelang akhir pertandingan. Lewat perlawanan yang sengit dan angka yang saling susul menyusul, akhirnya, ia harus puas dengan medali perunggu. Dengan kata lain, Komunitas Olah Raga Prestasi (KORP) Silat Unas berhasil mendulang 1 Medali Emas; 1 Medali Perak dan 5 Medali Perunggu.

Tampak kekecewaan di wajah Abdul hakim. Maklum, ia berharap sekali ini dapat kembali meraih medali yang tertinggi. Tapi daya, dewi fortuna belum berpihak kepadanya. Namun ia berjanji, pada event PIALA KONI yang akan datang dapat kembali memberikan yang terbaik untuk UNAS. Semoga.

Penulis: Veronica Safitri

Editor: Ayu Kh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.