
Saat sebagian mahasiswa berkutat dengan UTS Semester Genap dan melepas empat senior menuju wisuda, Tim SILAT UNAS justru menorehkan prestasi membanggakan dengan panen medali di Jakarta National Championship 4 ….
Kesibukan akademik sering kali menjadi alasan menurunnya performa atlet mahasiswa. Namun, cerita berbeda ditunjukkan Tim Pencak Silat Universitas Nasional (UNAS) pada Kejuaraan Pencak Silat Jakarta National Championship 4 yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur, 30–31 Mei 2026.
Momentum kejuaraan ini bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) Genap di lingkungan kampus. Tidak hanya itu, keluarga besar SILAT UNAS juga tengah bersiap melepas empat senior terbaiknya menuju wisuda, yakni Nazira Aisyah Putri, Abdul Hakim Malik, Anita Tri Yulianti, dan Dela Natasya.
Di tengah padatnya agenda tersebut, para pesilat UNAS justru tampil tanpa kompromi. Mereka membuktikan bahwa tekanan akademik dan dinamika organisasi tidak menjadi penghalang untuk mengharumkan nama almamater.
Dari kategori Seni/Jurus, Suci Ramadhani (FIKES/Keperawatan) tampil memukau dan berhasil meraih medali emas. Penampilannya yang tenang, presisi, dan penuh penghayatan mengantarkannya mengalahkan atlet Universitas Trilogi dengan skor 9.875 berbanding 9.830.
Prestasi berikutnya datang dari Bayu Aditya, mahasiswa FEB/Agroteknologi, yang harus puas membawa pulang medali perak. Bayu sebenarnya tampil kompetitif sepanjang pertandingan final, namun akhirnya kalah tipis dari atlet Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) dengan skor 9.865 berbanding 9.875.
Sementara itu, Muhammad Zaky Yusuf dari FBS/Sastra Indonesia (Sasina) berhasil mempersembahkan medali perunggu. Langkahnya terhenti di babak berikutnya setelah menghadapi atlet Unindra yang unggul dengan skor 9.875 berbanding 9.855.
Dominasi UNAS semakin terasa pada kategori tanding. Ulfi Nur Hidayat dari FEB/Manajemen tampil luar biasa dan sukses menyabet medali emas. Dengan strategi yang disiplin dan serangan efektif, Ulfi menundukkan pesilat Maung Siliwangi/Kodam III Siliwangi dengan skor meyakinkan 13-4.
Di kelas yang sama, Arsya Putri Hafis, juga dari FEB/Manajemen, harus mengakhiri perjuangannya dengan medali perunggu setelah dikalahkan atlet Universitas Pakuan dengan skor 11-17. Meski gagal melaju lebih jauh, Arsya tetap menunjukkan semangat juang yang patut diapresiasi.
Tambahan medali emas diraih Rizieq Aulia. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh tensi, Rizieq berhasil mengatasi perlawanan pesilat Maung Siliwangi/Kodam III Siliwangi dengan skor tipis 13-11. Kemenangan tersebut memastikan dirinya naik podium sekaligus menambah pundi-pundi medali bagi kontingen UNAS.
Hasil akhir berupa tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu menjadi bukti bahwa regenerasi atlet SILAT UNAS berjalan baik. Lebih dari sekadar angka dan medali, pencapaian ini menunjukkan karakter mahasiswa yang mampu menyeimbangkan tuntutan akademik dengan prestasi olahraga.
Ketika sebagian mahasiswa sedang bergelut dengan lembar ujian dan suasana perpisahan menjelang wisuda, para pesilat UNAS memilih menjawab tantangan dengan cara berbeda: bertarung, menang, dan membawa pulang kebanggaan untuk kampus tercinta. Prestasi dari Ciracas ini menjadi pesan tegas bahwa semangat juang mahasiswa UNAS tidak pernah mengenal jeda.


Mari kita tunggu prestasi lainnya!
Veronica/Ayu Kh