Roy Padanun (FEB/Bisnis Digital)

Di tengah sengitnya persaingan Jakarta Boxing Open Vol 5, Roy Padanun kembali membuktikan diri sebagai petinju muda yang layak diperhitungkan nasional ….

Ring tinju di SCBD Bengkel Space, Kawasan Fairgrounds SCBD Lot 14, Jakarta Selatan, kembali bergemuruh. Jakarta Boxing Open 5 Kelas Elite Amateur 51 Kg Flyweight hadir bukan sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga panggung lahirnya generasi baru petinju Indonesia. Mengusung tema “Inspiring The Next Generation”, kejuaraan ini mempertemukan talenta-talenta terbaik yang siap menguji kemampuan, mental, dan karakter di atas ring.

Sebanyak 56 pertandingan tersaji selama kejuaraan berlangsung. Atmosfer kompetisi terasa semakin panas dengan perebutan lima sabuk juara untuk kategori putra dan putri. Setiap pertandingan menghadirkan pertarungan penuh determinasi, namun perhatian penonton tertuju pada satu nama yang kembali tampil meyakinkan, Roy Padanun.

Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Nasional (UNAS) itu kembali menunjukkan bahwa prestasi tidak datang secara kebetulan. Menghadapi Wahyu Ismael pada kelas Elite Amateur 51 kilogram Flyweight, Roy tampil tenang sejak bel pertama dibunyikan. Ia mampu mengendalikan tempo pertandingan melalui kombinasi pukulan lurus yang akurat, pergerakan kaki yang efektif, serta disiplin menjaga pertahanan.

Keunggulan teknik dan kecerdasan membaca permainan membuat Roy terus mengumpulkan poin pada setiap ronde. Upayanya berbuah manis ketika para juri akhirnya menetapkan dirinya menang mutlak atas pertandingan itu.

Kemenangan tersebut semakin mengukuhkan reputasi Roy sebagai salah satu petinju muda yang terus berkembang. Di usianya yang masih muda, ia menunjukkan bahwa keseimbangan antara pendidikan dan olahraga bukan sesuatu yang mustahil. Kesibukannya sebagai mahasiswa tidak mengurangi komitmennya menjalani latihan rutin demi meningkatkan kualitas bertanding.

Menurut pelatih Demianus Ahuluheluw. kemenangan itu patut disyukuri, tetapi belum menjadi tujuan akhir. Masih banyak aspek yang harus diasah agar Roy mampu bersaing pada level yang lebih tinggi. “Roy memiliki kemampuan, disiplin, dan mental bertanding yang baik. Namun, ia harus terus berlatih agar performanya semakin sempurna. Setiap pertandingan adalah proses belajar untuk menjadi petinju yang lebih matang,” ujarnya.

Bagi Roy, kemenangan bukan hanya soal mengangkat tangan di akhir pertandingan. Lebih dari itu, setiap duel menjadi pembuktian bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi akan selalu menemukan jalannya menuju prestasi. Semangat itulah yang selaras dengan tema kejuaraan, menginspirasi generasi muda agar berani mengejar mimpi melalui olahraga.

Prestasi Roy juga mendapat apresiasi dari keluarga besar Universitas Nasional. Kampus yang dikenal mendukung pengembangan akademik sekaligus minat dan bakat mahasiswa itu menyampaikan rasa bangga atas capaian mahasiswanya yang kembali mengharumkan nama institusi di tingkat nasional.

Pada kesempatan ini, Veronica Safitri yang membidangi Minat dan Bakat di UNAS pun berpesan; “Universitas Nasional bangga atas prestasi yang diraih Roy Padanun. Keberhasilannya menunjukkan bahwa mahasiswa mampu berprestasi tidak hanya di ruang kuliah, tetapi juga di arena olahraga. Kami berharap Roy terus menjaga semangat, disiplin, dan sportivitas, karena setiap pencapaian adalah awal dari tantangan yang lebih besar. Teruslah berlatih, tetap rendah hati, dan jadilah inspirasi bagi mahasiswa serta generasi muda Indonesia.”

Jakarta Boxing Open Vol. 5 kembali membuktikan dirinya sebagai arena lahirnya petinju-petinju masa depan Indonesia. Di antara puluhan laga yang berlangsung sengit, nama Roy Padanun sekali lagi mencuri perhatian. Perjalanannya memang masih panjang, tetapi setiap kemenangan menjadi bukti bahwa Indonesia tidak pernah kehabisan talenta untuk melahirkan juara-juara baru di atas ring.

Semoga.

Veronica S/Ayu Kh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.